Selasa, 01 Maret 2022

BDR, aku padamu

 Siapa bilang kegiatan BDR di rumah itu lebih santai dan gak menguras emosi. Sejak malam hari suasana hati sudah agak tegang dan very complicated sebenarnya. Nulis bahasa Inggrisnya berantakan ya, biarin sajalah. Mau nunjukin kalau dulu pernah belajar bahasa Inggris waktu SMP sampai kuliah ( walau cuma 2 sks).

Sejak malam,bayang bayang Covid dan suara ambulance yang sebentar sebentar lewat di jalan tol tidak jauh dari rumah seakan menghantarkan kesadaran bahwa belajar dari rumah adalah pilihan bijak yang harus kita lakukan.

Mengingat ada tanggung jawab kepada orangtua dan siswa yang besok harus ketemu via online lagi jadi memaksa saya memikirkan lagi kesibukan esok hari di rumah. Jujur kebiasaan di rumah sepanjang hari lambat laun menjadikan kita kaum rebahan yang sesungguhnya. Banyak menghubungi rekan dan kerabat sambil rebahan di kasur atau bahkan di pojokan kelas yang sekarang sepi.

Dirumah saya sendiri ada 3 mahasiswa yang kuliah daring di 3 universitas, satu yang sekolah di SMA Negeri dan satu anak SD , dan jangan lupa emaknya juga guru TK yang harus memonitor guru yang mengajar di dua kelas.

Dulu saat belajar normal,jam 5 pagi anak anak sudah sibuk antri di kamar mandi sementara yang kuliah jauh di tempatnya berada, rumah kos atau asrama kampusnya. Para Ibu Sholehah sibuk pula menyiapkan sarapan ataupun antri nasi uduk buat persiapan sepanjang hari. Hampir gak ada cerita sarapan bersama.

Sejak pandemi ini kami terbiasa sarapan, makan siang dan makan malam bersama, dan itu tentu menjadikan suasana yang berbeda. Mesti ada yang memasak dan mempersiapkan makanan, merapihkan meja sebelum dan sesudah makan, dan satu hal yang paling sering dihindari ( oleh emaknya juga ,hihihi) adalah mencuci piring dan perabotan setelah bertempur di dapur. Dulu gak pernah membayangkan kehidupan seperti ini terjadi ,namun ternyata ini fine fine aja ya.

Hari ini ananda yang di UI lagi ujian, dan persiapannya sudah sejak berminggu minggu yang lalu. Tahu sendiri kan seperti apa suasananya. Jauh di tempat kos aja mereka tegang dan fokus, apalagi ujian di rumah. Harus dalam model mode " hati hati" kalau gak bakalan ada drama air mata ...hahaha gak seseru itu juga kali. Anak SMA belajarnya ontime ya, jam 6.30 sudah mantengin Zoom, jadi gak bisa diganggu gugat ya. Dua mahasiswa yang lain sejak habis sarapan sudah terfokus sama laptopnya masing masing juga, tinggal si kecil sekolah dasar yang masih menseriusi tugas dari bapak gurunya.

Tiba tiba dia bergumam, ini aja tugasnya , gak ada yang lain?

Wih keren banget, emangnya mau apalagi...

Anak zaman generasi Z satu ini kadang berfikirnya out of the box. Salahkan Covid yang memaksa mereka akrab sama mbah Google dan Om You tube, sehingga memaksa mereka buat baca buku adalah drama paling menjengkelkan sekaligus menguras emosi. Ingat ya gak ada suara tinggi dan teriakan dalam negosisasi sama mereka, sebab itu dijamin gagal total. Dalam 8 bulan BDR ini dia sudah beberapa kali merombak akun you tubenya yang katanya sudah punya 200 lebih subcriber, mulai akun catur, game lalu mau dirubah apalagi...Bandingkan sama akun pribadi saya yang sampai sekarang masih dibawah 20 subscribernya, padahal sudah saya promokan di grup kepala sekolah dan guru.

Usut punya usut ternyata tugas hari ini adalah sholat subuh, membersihkan tempat tidur, berdoa pagi , mandi dan gosok gigi, berdoa sebelum dan sesudah belajar lalu menyiapkan perlengkapan sekolah , alat tulis, buku dan lain lain, untuk belajar esok pagi. Pantesan dia tanya apa tugasnya cuma ini. Tapi tunggu dulu, bukannya dia belum mandi dan gosok gigi? Lho gak bisa bilang sederhana itu mah..

" Kamu belum tuntaskan tugas pagimu nak? Bukannya deadlinenya jam 9? "

"Kan ini baru jam 8 miks ( dia akan tambahkan dua hurup k dan s untuk setiap sapaan bagi penguni rumah, sebagai keistimewaan dirinya), kan mulainya jam 9?"

"EH, dead line itu artinya paling lambat nak, bukan paling awal, artinya jam 9 semua tugasmu sudah harus selesai"

"Oraik, katanya dan itu dituliskannya di grup keluarga" nyengir kuda aja sambil berlalu.

Sedih saya tuh sebenarnya, karena generasi Z ini belajar dengan mata dan telinganya. Oraik itu artinya baiklah, bacaan dari Allright, dan dia memang gak diajarkan vocabolary dan writing dalam bahasa inggris karena belajarnya daring. Dia cuma dikasih tugas lewat Google Class Room dan gurunya meminta dia mengerjakan tugas tugasnya lalu upload di GCR. Itupun kalau dia mau. Saat diminta untuk menuntaskan tugasnya dia bilang, aku lihat kok disini yang baru kirim juga sedikit. Lalu kita sebagai orangtua mau bilang apa?

Apa ada yang senasib dengan diriku? Lalu apa yang bisa kamu lakukan selain senyum manis?


Selamat pagi menjelang siang----



Late post, baru nyadar sudah nulis banyak belum diposting .. setahun yang lalu ini tahun 2021


Bunda Sri yang kalau galau suka beli template belajar lalu diabaikan saja...


Sabtu, 28 November 2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Tahun Baru Islam bagi Kami

Assalamu alaikumWr wb
selamat pagi bunda Cantik
Boleh dong bunda titik cerita tentang memperingati tahun baru Islam di sekolah bunda..TKIT RIYADHUSH SHALIHIN

Kami  memperingati 1 Muharom dengan beberapa kegiatan bersma anak dan orang tua. 
pasti seru dong karena sejak awal orangtua sudah kita ajak terlibat. Awalnya kita mau adakan pawai aja lho seperti tahun lalu. 
Tetapi setelah berbincang seru dengan bu guru akhirnya kita putuskan buat tambahlkan lomba menghapal surat pendek dan lomba busana muslim buat anak,,fashion show muslim gitu bun..
Mengingat kita baru saja rame rame pas memperingati kemerdekaan kemarin sepertinya kita perlu ajak orangtua juga buat membicarakan acara ini. 
Kenapa begitu bun....soalnya kegiaatan ini gak masuk anggaran uang pangkal kita ..jadi harus support dana orangtua..

Maka terjadilah rapat bersama orangtua seminggu sebelum Muharam... 
Tahu nggak bun agendanya malah nambah banyak..sekalian bicarakan jalan jalan/outing ke kebon binatang untuk tema binatang dan ada parenting "Keluarga Kita " sesi 3... haha ..maklum deh kan kita merangap fungsi sbg relawan juga...so..cari cari kesempitan dalam kesempatan..eh maaf kebalik ya...